Sabtu, 21 April 2012

CONTOH PROPOSAL TA MANAJEMEN INFORMATIKA

A.    Judul

Aplikasi Administrasi Kredit Pada Koperasi Amanah Sejati Pekalongan Berbasis Intranet

B.    Latar Belakang
Koperasi amanah sejati, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. KSU (Koperasi Serba Usaha) Amanah Sejati  berdiri sejak tahun 2010 terletak di daerah pekalongan. Pada mulanya bergerak dibidang simpan pinjam dana, sejak tahun 2011 dengan konsep dan majemen baru mulai menembangkan usaha dibidang Pinjaman/Kredit dan mengembangakan sistem untuk mencatat administrasi kredit di koperasi Amanah Sejati. Area operasi KSU Amanah Sejati meliputi daerah pekalongan.
Layanan dan produk jasa meliputi Simpanan (Tabungan), Pinjaman (Kredit) dan Deposito. Dan layanan lainnya adalah memberikan bungan jasa yang kompetitif, tanpa survey dan bisa langsung cair. Selain itu juga berani memberikan bunga deposito yang cukup tinggi mencapai 24% pertahunnya.
Dalam pengelolaan yang harus dilalui untuk anggota untuk mengajukan kredit di koperasi amanah sejati masih membutuhkan waktu yang cukup lama, karena anggota harus mengisi form Pengajuan Pinjaman, lalu mengisi form pinjaman setelah mengisi form pengajuan kredit. Data anggota di catat kedalam buku administrasi kemudian di input kedalam microsoft excell.
  Koperasi Amanah Sejati, bergerak di bidang simpan pinjam. Yang melayani anggota untuk mengajukan kredit. Dalam mengajukan kredit masih terdapat kelemahan yaitu pencatatan data anggota yang mengajukan kredit masih di tulis tangan lalu di input ke excell dan pembuatan laporan masih menggunakan sistem manual, maka dari itu  membutuhkan waktu yang cukup lama.
Oleh sebab itu  di ambil masalah, di bidang pengajuan kredit itu sendiri. Dengan ini diharapkan dapat membantu koperasi amanah sejati untuk meningkatkan pelayanan anggotanya serta untuk menyimpan data anggota yang telah mengambil kredit atau dokumen penting lainnya yang harus di simpan dengan baik sehingga dalam penyajian informasi laporan data anggota lebih efisien dan efektif.
Sehubung dengan urain di atas,  termotivasi untuk melakukan penelitian di Koperasi Amanah Sejati, Koperasi Serba Usaha (KSU) mengenai masalah pengajuan kredit bagi pihak – pihak yang membutuhkan, sehingga judul yang di ambil adalah “ APLIKASI  ADMINISTRASI KREDIT PADA KOPERASI AMANAH SEJATI BERBASIS INTRANET “ .

C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan  pada penjelasan  Latar Belakang  di atas, maka  perumusan masalah yang akan dibahas yaitu “bagaimana cara membuat aplikasi administrasi kredit pada Koperasi Amanah Sejati berbasis intranet”.

D.    Tujuan Dan Manfaat
1.    Tujuan dari perancangan ini adalah membuat aplikasi untuk administrasi kredit berbasis intranet.
2.    Manfaat
a    membantu koperasi amanah sejati untuk meningkatkan pelayanan anggotanya.
b    Dengan menggunakan intranet, pengisian atau penginputan data anggota yang mengajukan kredit bisa lebih mudah.
c    Memudahkan petugas dalam pengadministrasian data anggota.
d    Meningkatkan pelayanan pencatatan data anggota yang sudah menngajukan kredit dapat lebih efektif dalam penyimpanan datanya.
E.    Tinjauan Pustaka
E.1     Koperasi
1.    Pengertian Koperasi
Koperasi berasal dari bahasa Inggris cooperation. Sesuai dengan arti kata itu, koperasi secara harfiah berarti kerja sama. Pengertian koperasi Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992 :
“Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.”
Sedangkan pengertian koperasi menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998) tahun 2007 :
“Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.”
2.    Fungsi dan Tujuan Koperasi
Berdasarkan Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa :
a.    Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
b.    Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
c.    Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sokogurunya.
d.    Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional berupa usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
3.    Pengertian kredit
Pengertian Kredit Dalam bahasa Latin, kredit disebut ”credere” yang artinya percaya,  yaitu kepercayaan dari kreditur bahwa debiturnya akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak.  Pengertian kredit menurut Undang-undang Perbankan No. 10 Tahun 1998,  adalah sebagai berikut:
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
4.    Fungsi dan Tujuan Kredit
Fungsi kredit bagi masyarakat menurut Malayu Hasibuan (2008:88), adalah:
1.    Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat;
2.    Memperlancar arus barang dan arus uang;
3.    Meningkatkan hubungan internasional (L/C, CGI, dan lain-lain);
4.    Meningkatkan produktivitas dana yang ada;
5.    Unsur-unsur kredit
Unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit menurut Kasmir (2002:103), adalah:
1)    Kepercayaan
2)    Kesepakatan
3)    Jangka waktu
4)    Risiko
5)    Balas Jasa


6.    Jenis-jenis kredit
Menurut Malayu Hasibuan (2008:88) jenis-jenis kredit disalurkan oleh bank dilihat dari berbagai segi yaitu:
1)    Berdasarkan Tujuan ada tiga jenis kredit yaitu:
a    Kredit konsumtif adalah kredit tidak produktif yang digunakan untuk kebutuhan sendiri bersama keluarganya, seperti kredit rumah.
b    Kredit modal kerja (kredit perdagangan) Kredit modal kerja yaitu kredit produktif yang dipergunakan untuk menambah modal usaha debitur.
c    Kredit investasi Kredit investasi ialah kredit untuk investasi produktif dalam jangka waktu relatif lama, misal kredit perkebunan kelapa sawit.
2)    Berdasarkan Jangka Waktu
a    Kredit jangka pendek
Kredit jangka pendek adalah kredit dengan jangka waktu paling lama satu tahun.
b    Kredit jangka menengah Kredit jangka menengah ialah kredit dengan jangka waktu antara satu hingga tiga tahun.
c    Kredit jangka panjang
Kredit jangka panjang yaitu kredit dengan jangka waktu lebih dari tiga tahun.
3)    Berdasarkan Macamnya
a    Kredit aksep, adalah kredit yang diberikan bank yang hakekatnya hanya merupakan pinjaman uang biasa
b    Kredit penjual, ialah kredit yang diberikan penjual kepada pembeli, dengan arti barang telah diterima pembayaran kemudian


4)    Berdasarkan Sektor Perekonomian
a.    Kredit pertanian, adalah kredit yang diberikan kepada perkebunan, perikanan, dan peternakan.
b.    Kredit perindustrian, ialah kredit yang disalurkan kepada industri kecil, menengah, dan besar.
c.    Kredit pertambangan, yaitu kredit yang disalurkan kepada beraneka macam pertambangan.
5)    Berdasarkan Agunan/Jaminan
a    Kredit agunan orang, adalah kredit yang diberikan dengan jaminan seseorang terhadap debitur bersangkutan.
b    Kredit agunan efek, ialah kredit yang diberikan dengan agunan efek-efek dan surat-surat berharga.
c    Kredit agunan barang, yaitu kredit yang diberikan dengan agunan barang tetap, barang bergerak, dan logam mulia.
d    Kredit agunan dokumen, ialah kredit yang diberikan dengan agunan dokumen transaksi.
7.    Pengertian Aplikasi
Menurut Whitten Perancangan Sistem adalah “Proses dimana keperluan pengguna dirubah ke dalam bentuk paket perangkat lunak dan atau kedalam spesifikasi pada komputer yang berdasarkan pada sistem informasi.” ( Kristanto, 1994, hal 60 ).
8.    Pengertian Administrasi Koperasi
Suatu perkumpulan dari sekelompok orang, yang mempunyai tujuan tertentu membutuhkan administrasi yang baik. Ada dua macam pengertian administrasi, pertama, administrasi berasal dari kata administratie dalam bahasa Belanda yang mencakup kegiatan tulis-menulis, surat-menyurat serta penyusunan dan penyimpanan naskah-naskah beserta pencatatan-pencatatan yang diperlukan. Yang kedua, administrasi yang berasal dari kata administration dalam bahasa Inggris, mencakup semua proses penyelenggaraan usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
E.2.    Alat dan metodologi pengembangan sistem terstruktur
1.    Metodologi pengembangan sistem terstruktur
Salah satu dari model perancangan perangkat lunak atau aplikasi administrasi kredit adalah model waterfall sebagai landasan teori dalam proses pengembangan sistemnya.
Waterfall juga disebut siklus klasik (1970- an) dan sekarang ini lebih dikenal dengan sekuensial linier, membutuhkan pendekatan sistematis dan sekuensial dalam pengembangan software.









    Gambar  1 Waterfall
 Metodologi pengembangan sistem dengan menggunakan model waterfall ini adalah metodologi yang didasarkan berdasarkan aktifitas sebagai berikut (Pressman 1994:24):
1.    Perencanaan Sistem
Dalam tahapan ini di dapatkan kebutuhan-kebutuhan, baik kebutuhan fungsional maupun kebutuhan non fungsional. Dalam metode ini akan dilakukan pengenalan terlebih dahulu melalui object yang dituju dalam pengumpulan data yaitu Koperasi Amanah Sejati Pekalongan. Kemudian minta izin kepada pimpinan Koperasi Amanah Sejati Pekalongan. Disamping itu juga mengajukan surat izin survey atau surat kerja praktek dimana akan mengambil atau menganalisa data pada Koperasi Amanah Sejati.
2.    Analisis Sistem
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian umum sudah berjalan, penguraian dari suatu sistem ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan dan hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan dapat diusulkan perbaikan.
Analisa dalam suatu sistem membutuhkan suatu penekanan dalam segi-segi pengolahan data yang akan dilakukan. Apabila terjadi kesalahan di dalam tahap ini maka akan menyebabkan kesalahan di tahap-tahap selanjutnya.
a.    Data Primer
Penelitian di lapangan atau tempat Kerja Praktek  yang di peroleh secara langsung dengan cara:

1)    Metode Wawancara
Diperoleh dari hasil tatap muka dengan pimpinan Koperasi Amanah Sejati Pekalongan dengan tanya jawab mengenai masalah cara mengajukan kredit.
2)    Metode Pengamatan langsung
Tahapan ini diperoleh dengan terjun langsung ke Koperasi Amanah Sejati guna untuk melakukan pengamatan-pengamatan langsung untuk kemudian diambil suatu data yang mendukung aplikasi.
b.    Data Sekunder
Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, dokumen atau literatur dan sumber data yang digunkan dalam pembuatan aplikasi ini.
3.    Desain Sistem
Desain sistem merupakan pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk implementasi serta menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian :
a.    Desain sistem secara umum
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem secara umum mengidentifikasi komponen-komponen aplikasi yang akan didesain secara terinci. Pada tahapan desain secara umum komponen-komponen aplikasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram.  ( Jogiyanto, 2005 )
b.    Desain sistem secara terinci
Dalam tahapan ini akan digambarkan secara rinci komponen-komponen yang akan digunakan berupa :
1.    Desain menu berupa menu-menu yang akan digunakan.
2.    Desain masukan berupa layar masukan yang akan digunakan.
3.    Desain keluaran berupa laporan-laporan yang dihasilkan.
4.    Desain database berupa tabel-tabel yang akan dibuat.
4.    Implementasi Sistem
Merupakan tahapan penerapan sistem yang telah di desain serta di lakukan evaluasi terhadap sistem pengolahan data untuk diterapkan di Koperasi Amanah Sejati.
5.    Perawatan Sistem
Tahap ini dilakukan setelah operasi sistem, dimana pemeliharaan mencakup menambah data, memperbaiki data atau mengedit data, menghapus data dan memodifikasi model.
2.    Alat pengembangan sistem
1.    Flowchart
Adalah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma-algoritma dalam suatu program, yang menyatakan arah alur program tersebut. Beberapa simbol yang digunakan dalam menggambar suatu flowchart adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Flowchart
Simbol    Keterangan

Simbol Dokumen: Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk proses manual maupun komputer.

Simbol Kegiatan Manual : Digunakan untuk menunjukkan kegiatan manual.

Simbol Arsip Sementara : Digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan dokumen.

Simbol Arsip Permanen : Merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi.

Simbol Garis Alir : Simbol ini menggambarkan arah proses pengolahan data.

Simbol Proses : Menunjukkan operasi yang dilakukan di luar proses operasi komputer

Simbol Keputusan : Dihunakan untuk suatu penyelesaian suatu kondisi.

Simbol Input/Output : Digunakan untuk mewakili data input dan output.

Sumber : Jogiyanto, 2003
2.    Data Flow Diagram
Menurut Kenneth A Kozar DFD adalah sebuah pengertian dari sebuah sistem dalam beberapa detail level dengan symbol data flow dan digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika. Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD adalah sebagai berikut :

Tabel 2 Data Flow Diagram
No    Simbol    Kegunaan    Gambar
1.    Data Flow    Mempresentasikan pergerakan data   

2.    Data Store    Mempresentasikan data tidak bergerak   

3.    Data Process    Mempresentasikan sebuah kegiatan memanipulasi data   

4.    External Entity    Mempresentasikan sumber (source) data untuk sistem atau tujuan (destination) data dari sistem.   



Sumber : Jogiyanto, 2003
3.    Kamus Data
Kamus data merupakan daftar terorganisir dari komposisi setiap elemen data, aliran data, dan data store yang digunakan pada DFD atau ERD dan dibuat pada saat yang bersamaan dengan pembuatan DFD. Kamus data berisi tentang penjelasan dari komposisi elemen data, aliran data, dan data store yang digunakan pada DFD. (Jogiyanto, 2006) Simbol-simbol yang digunakan dalam Kamus Data adalah sebagai berikut :



Tabel 3 Kamus Data
No
Simbol    Kegunaan    Gambar
1.    Assign    Menyatakan “terdiri dari”    =
2.    Concatenation (sequential)    Menggabungkan elemen data dengan elemen data yang lain    +
3.    Iteration (repletion)    Menyatakan pengulangan lemen data    {}
4.    Selection (choice)    Menyatakan “Pilih satu dari beberapa data alternative”    []
5.    Option    Menyatakan “Data tambahan, boleh ada boleh tidak”    ()
6.    Comment (Keterangan)    Menjelaskan/ memberikan keterangan tentang suatu data    *

Sumber : Jogiyanto, 2003
4.    Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Data (ERD) merupakan alat bantu diagramatik untuk mendiskripsikan relasi atau hubungan antar entity maupun atribut dari semua entity yang berhubungan dan tidak menggambarkan aliran data atau proses. (Jogiyanto, 2003)
Entity Relationship Data (ERD) terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut :
a.    Entity
Entity yaitu segala sesuatu yang dapat dijelaskan dengan data,  kelompok beda atau objek dan diberi nama dengan kata benda. Entity disimbolkan dengan gambar segi empat sebagai berikut :


b.    Relationship
Relationship adalah asosiasi antara satu atau beberapa rentity dan diberi nama dengan kata kerja. Relationship disimbolkan dengan gambar belah ketupat sebagai berikut :


c.    Atribut
Atribut yaitu properti / karakteristik suatu entity atau relationship dan digambarkan dengan menggunakan symbol.
Dalam pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD) secara umum meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut :
1)    Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh entitas yang akan terlibat.
2)    Menentukan attribute kunci dari masing-masing entitas
3)    Mengidentifikasi dan menetapkan relasi antar entitas yang ada beserta kunci tamunya.
4)    Menentukan derajat kardialitas relasi untuk semua relasi
5.    Lembar Kerja Tampilan (LKT)
Dalam membuat rancangan masukan dan rancangan keluaran menggunakan alat bantu yaitu Lembar Kerja Tampilan (LKT). Salah satu kriteria penting dari sebuah antar muka adalah tampilan yang menarik. Piranti bantu sederhana dalam bentuk lembaran kertas guna membantu mendokumentasikan bentuk-bentuk tampilan yang akan diimplementasikan sebagai pedoman antar muka tersebut dipermudah dengan penamaan Lembar Kerja Tampilan (Ir. P. Insap Santoso, 2002).
Bentuk Lembar Kerja Tampilan (LKT) adalah sebagai berikut :






Gambar 2 tampilan LKT
Sumber : Ir. P. Insap Santoso, 2002

LKT pada dasarnya terdiri atas empat bagian, yaitu :
a.    Nomor Lembar Kerja
Untuk memberikan penomeran yang berkaitan dengan sejumlah tampilan yang akan dibuat.
b.    Bagian Tampilan
Untuk menempatkan tools dan teks yang ingin dimunculkan.
c.    Bagian Navigator
Untuk memberikan penjelasan bagi user tentang bagian tampilan.
d.    Bagian Keterangan
Sebagai ruang keterangan bagi user dan implementasinya.
E.3    Konsep Pemrograman
1.    Database(Xampp)
Xampp merupakan tool yang menyediakan paket perngkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan menginstal XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP, dan MYSQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis untuk anda atau auto konfigurasi. Software XAMPP versi ini terdiri atas:
a.    Apache
Tugas utama Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada peminta, berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. Jika di perlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misal dalam MYSQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan. (Hendri Kusworo,2009)
b.    PHP
Bahasa pemrograman PHP, merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan kita untuk membuat halaman yang bersifat dinamis. PHP dapat dijalankan di berbagai macam Operating System (OS), misalnya Windows, Linux, Dan Mac OS. Selain Apache, PHP juga mendukung beberapa web server lain, misalnya Microsoft IIS, Caudium, PWS, dan lain-lain. Sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP adalah MYSQL.
c.    MySQL
MySQL dapat digunakan untuk mengelola database beserta isinya. Kita dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data yang berada di dalam database.
MySQL juga menjalankan perintah-perintah Structured Query Lenguage (SQL) untuk mengelola database-database yang ada di dalamnya. MySQL 5 sudah mendukung trigger untuk memudahkan pengelolaan tabel dalam database. (Hendri Kusworo,2009)
2.    Konsep Software Pendukung
Cascading Style Sheet (CSS) atau yang biasa disingkat dengan CSS, merupakan suatu dokumen yang digunakan untuk melakukan pengaturan halaman web yang ditulis dengan HTML atau XHTML. Penggunaan CSS tidak memerlukan perangkat lunak tertentu karena CSS merupakan script yang telah embedded dengan HTML.

3.    Macromedia Dreamweaver 8
Menurut Purnomo, V.P (2005:221), Dreamweaver adalah salah satu program aplikasi yang menerapkan konsep (what you see is what you get), karena berisi menu dan panel yang diberi nama atau simbol sesuai dengan fungsi kerja yang ada di dalamnya saat ini terdapat banyak software dari kelompok Macromedia yang digunakan untuk mendesain suatu situs web.
Dalam Dreamweaver juga menyediakan lingkungan pengkoden penuh, meliputi kode editing tool (seperti kode mewarnai dan penyelesaian tag) dan material referensi pada HTML, Cassading Style Sheet (CSS), JavaScript, Coldfusion Markup Language (CFML), Micro Active Server Page (ASP), dan Java Server Pages (JSP).

F.    Metode Pengembangan Sistem
Salah satu dari model perancangan perangkat lunak atau aplikasi penentuan kredit adalah model waterfall sebagai landasan teori dalam proses pengembangan sistemnya. Metodologi pengembangan sistem dengan menggunakan model waterfall ini adalah metodologi yang didasarkan berdasarkan aktifitas sebagai berikut (Pressman 1994:24):
1.    Perencanaan Sistem
Dalam tahapan ini di dapatkan kebutuhan-kebutuhan, baik kebutuhan fungsional maupun kebutuhan non fungsional. Dalam metode ini akan dilakukan pengenalan terlebih dahulu melalui object yang dituju dalam pengumpulan data yaitu Koperasi Amanah Sejati Pekalongan. Kemudian minta izin kepada pimpinan Koperasi Amanah Sejati Pekalongan. Disamping itu juga mengajukan surat izin survey atau surat kerja praktek dimana akan mengambil atau menganalisa data pada Koperasi Amanah Sejati.

2.    Analisis Sistem
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian umum sudah berjalan, penguraian dari suatu sistem ke dalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan dan hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan dapat diusulkan perbaikan.
Analisa dalam suatu sistem membutuhkan suatu penekanan dalam segi-segi pengolahan data yang akan dilakukan. Apabila terjadi kesalahan di dalam tahap ini maka akan menyebabkan kesalahan di tahap-tahap selanjutnya.
a.    Data Primer
Penelitian di lapangan atau tempat Kerja Praktek  yang di peroleh secara langsung dengan cara:
1)    Metode Wawancara
Diperoleh dari hasil tatap muka dengan pimpinan Koperasi Amanah Sejati Pekalongan dengan tanya jawab mengenai masalah cara mengajukan kredit.
2)    Metode Pengamatan langsung
Tahapan ini diperoleh dengan terjun langsung ke Koperasi Amanah Sejati guna untuk melakukan pengamatan-pengamatan langsung untuk kemudian diambil suatu data yang mendukung aplikasi.
b.    Data Sekunder
Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, dokumen atau literatur dan sumber data yang digunkan dalam pembuatan aplikasi ini.




3.    Desain Sistem
Desain sistem merupakan pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk implementasi serta menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian :
a.    Desain sistem secara umum
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem secara umum mengidentifikasi komponen-komponen aplikasi yang akan didesain secara terinci. Pada tahapan desain secara umum komponen-komponen aplikasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram  ( Jogiyanto, 2005 ). Alat pengembangan sistem yang digunakan adalah Data Flow Diagram (DFD), Kamus Data, dan ERD.
b.    Desain sistem secara terinci
Dalam tahapan ini akan digambarkan secara rinci desain komponen-komponen yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan model Lembar Kerja Tampilan (LKT) :
1.    Desain menu, berupa menu-menu yang di gambarkan dengan model lembar kerja tampilan.
2.    Desain masukan, berupa layar masukan yang di gambarkan dengan model lembar kerja tampilan.
3.    Desain keluaran, berupa laporan-laporan yang dihasilkan di gambarkan dengan lembar kerja tampilan.

4.    Implementasi Sistem
Merupakan tahapan penerapan sistem yang telah di desain serta di lakukan evaluasi terhadap sistem pengolahan data untuk diterapkan di Koperasi Amanah Sejati.

G.    Jadual Kegiatan
NO    Nama Kegiatan    Waktu
        Maret    April    Mei    Juni
        1    2    3    4    1    2    3    4    1    2    3    4    1    2    3    4
1    Perencangan                                                                              
2    Analisis Sistem                                                                              
3    Desain Sistem                                                                              
4    Implementasi                                                                              

DAFTAR PUSTAKA

Al Fatta, Hanif. 2007.  Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, STMIK
AMIKOM, Yogyakarta : Andi offset.
Fathansyah. 2000. Buku Teks Ilmu Komputer Basis Data, Bandung : Informatika
Kadir, Abdul. 2002-2003. Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakn PHP, Yogyakarta : Andi offset.

Kurniawan, B. 2008. Desain Web Praktis dengan CSS. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Purnomo, V.P. 2005. Cara mudah membuat website dengan Dreamweaver MX. Jakarta : Penerbit Dian Rakyat.

Sidik, Betha.  2006. Pemrograman WEB dengan PHP. Bandung : Informatika.
Sidik, Betha, Husni Iskandar Pohan, Ir., M.Eng. 2007. Pemrograman WEB dengan HTML. Bandung : Informatika.
Sugiri, S. H. 2008. Pengelolaan Database MySQL dengan PHPMyAdmin. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar